
Hallo, coffee-lovers!! Buat anda yang mengaku sebagai penggemar berat kopi, tentu anda tahu salah satu tempat hang out di Bandung yang menyediakan kopi sebagai menu andalan, tentunya.
Yupz!! Apalagi ya kalau bukan ‘Ngopi Doeloe’.
Hmm… mengapa saya merekomendasikan tempat ini kepada anda-anda sekalian?
Tentu karena saya baru saja mendatangi tempat tersebut, tepatnya pada hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari 2008 dan mencoba sendiri beberapa menu yang dari namanya saja sudah menggoda selera kita.
Sebenarnya ‘Ngopi Doeloe’ sendiri terletak di tiga kawasan berbeda, yaitu di Jl. Banda No. 40, Jl. Purnawarman No. 24-26 (antara Gramedia dan Factory Outlet), dan Jl. Hassanudin No. 07. Namun, berbeda dengan ‘Ngopi Doeloe’ yang terletak di Jl. Hassanudin, ‘Ngopi Doeloe’ Banda dan Purnawarman memiliki ukuran tempat yang lebih kecil. Mungkin karena daerah tersebut merupakan kawasan padat, sehingga ‘Ngopi Doeloe’ di kedua lokasi ini benar-benar hanya dirancang untuk persinggahan melepas lelah anda untuk sejenak.
‘Ngopi Doeloe’ Hassanudin sendiri berada tepat di pinggir jalan, yang menyebabkan anda akan sedikit sulit menemukan tempat parkir kalau kawasan ini sedang ramai-ramainya. Tapi, kekecewaan itu akan segera terobati begitu anda memasuki tempat hang out yang satu ini.
Segera begitu anda melangkah, salah seorang waiter akan memandu anda untuk memilih tempat duduk indoor/outdoor yang anda inginkan, sesuai dengan jumlah pengunjung. Yang lebih menggiurkan adalah fasilitas Wi-Fi (terdapat di semua spot ‘Ngopi Doeloe’) dimana saya jamin anda akan betah duduk berjam-jam sambil menikmati secangkir kopi hangat di musim ini.
Cukup sudah mengenai tempat dan pelayanan, saatnya kita memasuki topik yang tidak kalah pentingnya, yaitu mengenai taste dari makanan itu sendiri…
Untuk anda yang baru kali pertama datang ke ‘Ngopi Doeloe’ pasti sama bingungnya dengan saya kala dihadapkan dengan sejumlah pilihan menu dengan nama yang unik tentunya. Maka disini saya juga akan share kepada anda sekalian mengenai hal yang satu ini.
Sebagai perkenalan, saya dan teman-teman benar-benar merekomendasikan agar anda mencoba salah satu menu dari class frozen coffee iglo. Dan secara, saya cappuccino-lovers, tanpa ragu saya langsung memesan frozen cappuccino, sementara teman saya yang lain memesan frozen moccaccino, dan frozen cookies & cream. Untuk makanannya sendiri kami memesan anti-pasto salsa dan the black man.
Hmm… sembari menunggu pesanan, mari kita bicarakan tentang range harga di ‘Ngopi Doeloe’. Untuk minumannya sendiri, anda hanya cukup mengeluarkan Rp. 7.500,00 hingga Rp. 19.500,00 belum termasuk pajak. Sementara untuk makanannya, anda harus merogoh kocek yang lumayan, yaitu antara Rp. 5.000,00 dari class snack/coffee break’s hingga sekitar Rp. 30.000,00-an dari class steak. Cukup lumayan bukan??
Tapi dari semua itu ada juga hal yang membuat saya sedikit terkejut begitu melihat tax yang tertera pada daftar menu, yakni sebesar 13.5%, 10% tax dan 3,5% at service. Tax yang cukup tinggi dibandingkan tempat lainnya.
Pesanan kami pun datang tak lama setelah kami memesan (10-15 menit).
Frozen Cappuccino, Frozen Moccaccino, dan Frozen Cookies & Cream two thumbs up!
Tidak ada perbedaan yang mencolok dari segi rasa, ketiganya hampir sama. Hanya saja… jika diurutkan dari yang termanis, frozen moccaccino menduduki peringkat pertama disusul oleh frozen cookies & cream dan kemudiam frozen cappuccino. Meskipun demikian, dari segi penampilan sendiri, frozen cookies & cream mengungguli ketiganya. Dan untuk kali ini, ‘ngopi doeloe’ sugestion memang tidak mengecewakan.
Untuk dapat memesan 1 cup ukuran large frozen coffee igloo sendiri, anda hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp. 14.000,00 – Rp. 19.500,00. Dan pada akhirnya taste dari minuman itu sendiri tergantung dari orang yang meminumnya. Karena uniknya dari segelas minuman yang anda pesan, saya menemukan bahwa lambat laun anda akan tahu rasa favorite lidah anda dan kebiasaan rekan anda tentunya. Apa yang anda pesan mencerminkan diri anda.
Hmm... kali ini, saya rasa cukup lama untuk menanti, namun akhirnya makanan yang kami pesan pun disajikan (15-30 menit). OK! Anti-pasto salsa adalah salah satu referensi kami dari class Pizza. Pizza ‘home-made’ berukuran sedang yang dibagi menjadi 6 slice ini disajikan hanya dengan harga Rp. 19.500,00. Toping-nya sendiri terdiri dari beef pepperoni, smoked chicken, smoked beef, beef sausage, corn dengan saus tomat, dan parutan keju di atasnya. Parutan keju yang melting di bagian atas roti renyah ini memang membuat nilai dari packaging-nya sendiri menjadi sedikit minus. Tapi rasa cukup mengugah selera, terutama untuk anda yang memang ‘home made’-lovers. Dan lagi-lagi, salut untuk ‘ngopi doeloe’ sugestion.
Lain halnya dengan the Black Man dari class makan doeloe. Packaging terlihat cukup menarik untuk kami yang memang lebih mementingkan rasa di atas segalanya. Yang mungkin kami komentari dari awal adalah porsi makan yang ternyata agak menyimpang dari bayangan. Untuk harga yang lumayan, yaitu Rp. 17.500,00 per porsi, sedikit mengecewakan bagi kami melihat porsi the Black Man yang memiliki bahan dasar daging sapi ini. Selain itu, penyajian nasi juga berdampak pada penambahan nilai kami, yang pada awalnya berpikir bahwa the Black Man ini adalah makanan sejenis steak.
Tapi, ada negatif, tentu ada positif-nya juga, bukan?? Daging sapi olahan ini memiliki tingkat kealotan yang pas. Bagi anda yang sudah berumur pun, saya rasa makanan yang satu ini masih bias untuk dijadikan referensi. Dan yang pasti, pada akhirnya anda akan menyadari pentingnya kehadiran nasi pada menu yang satu ini, karena rasa daging berlumur saus pada the Black Man yang terlalu spicy ini akan ternetralisir.
Beberapa menu yang juga di-recommended:
(1). Bockwurst Salsa (Pizza Doeloe) 19.5
(2). Asem-asem Iga (Makan Doeloe) 18.5
(harga Belum termasuk PPN)
Namun akhirnya, pendapat perorangan yang relatif ini hanyalah tinggal pendapat ketika anda terjun ke lapangan dan mencobanya sendiri… Untuk itu, jangan ragu-ragu untuk datang!
SELAMAT MENCOBA…!!!
^o^~~
February 28, 2008