Selasa, 15 April 2008

BOBER Cafe

Cari-cari tempat minum yang suasananya lumayan, kami mampir ke salah satu café di Jl. Riau yang menyediakan seesha sebagai andalannya. Sebelumnya, saya dan rombongan memang sempat ke sana. Tapi tujuan kami ke sana kali ini hanya untuk sekedar menikmati minuman mengisi waktu luang di sore hari.

Tiba di Bober Café, kami langsung mencari tempat duduk. Kali ini saya memilih tempat duduk indoor. Saat kami sampai café ini belum seramai dahulu, maklum saat itu waktu baru menunjukkan pukul 4 sore. Dan saatnya memesan!-


Coke Float dan Tongseng

Coke Float di café ini berbeda dengan di tempat lain karena float-nya sendiri bukan mengambang di permukaan coke, melainkan terdapat di dasar gelas lho! Aneh… sekilas dari tampilan jadi teringat dengan susu soda atau cola float McD ya…

Apa yang istimewa dari tongseng di Bober café? Hmm… nampaknya agak sedikit mengecewakan untuk saya, karena untuk ukuran Tongseng, ‘kuah’ Tongseng itu sendiri terlalu banyak dan ‘encer’, “Malah jadi seperti gulai”, saya bilang. Dan lagi, irisan kol yang harusnya hanya dibubuhkan, disini kol itu sendiri merupakan bagian dari kuah yang ikut dipanaskan. Hmm… tapi rasanya perlu untuk dipertimbangkan lho! Untuk anda yang kurang menggemari pedas juga, saya rasa masih bias memakannya.


White dan Black Cappuccino

Apa perbedaanya? White Cappuccino lebih banyak mengandung cream sementara Black Cappuccino lebih banyak mengandung kopi. Dan untuk rasanya sendiri, JELAS! White Cappuccino lebih masin daripada Black Cappuccino.


Bober de Creamy dan Choco Creamy

Sama halnya seperti White dan Black Cappuccino, kedua minuman di atas memiliki komposisi yang hamper sama. Keduanya menggunakan cream sebagai salah satu bahan dasar, sehingga sesuai dengan namanya, rasanya very very creamy. Hmm… lantas, apa bedanya? Meski demikian, rasa dari Choco Creamy sendiri lebih mengarah ke cokelatnya itu sendiri sebagai bahan dasar utama.


Yang paling unik di antara pesanan kami, tentulah si Donald Duck Sl. Saya sendiri lupa nama legkap menu ini dan campuran sirupnya, yang jelas ini minuman bersoda yang patut untuk dicoba. Warnanya sendiri menarik perhatian lho! Karena gradasi merah-orange-nya benar-benar terlihat menyegarkan. Dan untuk rasanya sendiri memang pas untuk diminum sore hari.


SELAMAT MENCOBA…!!!

^o^~~

April 10, 2008

BURGEUR

Teman-teman penggemar burger dan sandwich, boleh dating ke tempat yang akan saya referensikan berikut ini. Terletak di kawasan padat Tubagus Ismail Raya No. 22, sebuah stand kecil dengan warna hijau-orange yang kontras akan buka mulai pukul 12.30 hingga jam 10 malam.

Tidak sulit menemukan tempat yang saya maksudkan ini. Karena walaupun baru pertama kali, saya dapat langsung mengenali tempat yang banyak dibicarakan orang ini hanya dengan melihat papan nama ‘BURGEUR’ yang terdapat di samping depan stand tersebut.

Hmm… lihat harga di deretan burger dan sandwich, cukup mahal dibandingkan tempat-tempat lainnya, yaitu antara Rp. 8.500,00 sampai Rp. 9.000,00. Worth it?

Ya, so much worth.

Mari kita bahas apa saja yang terdapat di dalam sebuah burger yang saya pesan kala itu (1 dan 5).

Kalau melihat cara pembuatan burger ini, saya jadi teringat dengan Crabby Patty dalam film Spongebob. Hmm… Dalam setangkup roti bulat terdapat: potongan selada, potongan timun, potongan tomat, grilled beef/sausage, saus tomat, saus sambal, mayonnaise, dan terakhir, potongan keju.

Lantas apa yang membuatnya berbeda dan begitu berharga?

ü Pertama, dari roti itu sendiri. Roti untuk burger memang berbentuk bulat. Tapi roti yang ‘BURGEUR’ gunakan adalah ‘bun’. Roti berbentuk bulat, dengan taburan wijen di atasnya yang memang khusus untuk burger. Dari penjelasan ini daja, sudah terlihat bedanya bukan?

ü Timun dalam burger ini bukan sekedar timun, melainkan acar timun.

ü Ukuran grilled beef-nya very very big (diameter 7-8 cm, dengan ketebalan kurang lebih 1 cm, sebelum dipanggang). Sayangnya daging memang menjadi lebih kecil setelah dipanggang. =P

ü Porsi sausage yang diberikan juga, wuih... benar-benar tidak pelit (1¼ sosis pendek gendut). Rasa sosis-nya juga bekualitas, setara dengan rasa pinggiran sosis di Pizza Hut, tidak begitu ‘wah’ dibandingkan dengan sosis Pasir Kaliki yang paling terkenal di Bandung, tapi lumayan.

ü Last, keju yang digunakan bukan sekedar kraft singles, tapi Mozzarella.



Hmm… Jadi penasaran untuk mencoba kan! Makanya, jangan ragu-ragu untuk datang!

Karena pendapat perorangan yang relatif ini hanyalah tinggal pendapat ketika anda terjun ke lapangan dan mencobanya sendiri… SELAMAT MENCOBA…!!! ^o^~~

April 07, 2008

Bandoengsche Melk Centrale

Bandung Milk Centre!

Saya rasa nama tempat ini sudah tidak asing lagi bagi anda yang tentunya sudah menetap lebih dari 1 tahun di Bandung. Mengapa? Hmm... mungkin karena lokasinya yang terletak di Jl. Aceh, persis di belakang mesjid Wastukencana. Belum lagi daerah tersebut adalah daerah padat kos. Makanya, tak heran jika nama tempat ini dapat terdengar nyaris seantero Bandung.

Dari namanya saja kita sudah dapat menyimpulkan bahwa tempat ini merupakan tempat pengolahan produk-produk yang terbuat dari susu. Apa benar demikian?? Ya, salah satunya. Tapi Bandoengsche Melk Centrale yang lebih akrab disebut BMC ini tidak hanya menyajikan susu, yoghurt dan ice cream saja lho! Karena disini juga, anda akan menemukan berbagai jenis menu makanan yang sangat boleh untuk dicoba, dengan harga yang variatif pula.

Hmm... tapi kali ini, saya hanya akan mengajak anda berwisata mencoba 3 jenis minuman saja (untuk pertama kali), yang mungkin bisa menjadi referensi baru untuk anda. Lagi-lagi saya mencoba Coffee Cream disini yang disajikan dengan harga Rp. 7.000,00, sementara teman saya memesan Romantic Juice dan BMC Squash.

Tidak banyak komentar untuk Coffee Cream, selain memang i’m lovin’ it! Kalau dilihat dari namanya sih, harusnya dua minuman yang dipesan oleh teman-teman saya ini bukan sekedar minuman biasa. Dan benar saja...

Romantic Juice yang hanya disajikan dengan harga Rp. 11.000,00 terdiri dari avocado juice plus lemon & cherry. Tanggapan pertama, susah disedot! Karena apa? Saya rasa dalam pembuatan mix juice yang satu ini benar-benar tidak pelit alpukat. Dan itu adalah nilai tambah untuk BMC! Tapi rasanya, hmm... manis-manis asem, gimana gitu! “Mirip permen kurang asem”, saya bilang. Atau paling tidak, buat anda yang pernah singgah ke Rumah Makan Cirebon yang terletak di Jl. Tubagus Ismail, kira-kira rasanya mirip dengan Mix Juice di sana, tapi memang dengan ingredients dan warna minuman yang berbeda, tentunya. Tapi pendapat saya ini disanggah oleh dua teman saya yang berpendapat bahwa Romantic Juice ini manis. Ya, mungkin memang lebih baik anda mencobanya sendiri.

Sementara itu, BMC Squash sendiri merupakan mix dari leci, marquisa, sprite & cherry. Hmm... untuk harga Rp 10.000,00 saja, teman saya menilai minuman ini enak, relatif standar. Sodanya pas, cukup. Pertama, anda akan berkomentar bahwa minuman yang satu ini rasanya seperti bir, hanya saya tidak beralkohol. Meski begitu, sebenarnya BMC Squash ini benar-benar standar lime squash, tapi lebih ke arah Italian Soda Green Pizza Hut. Tapi, saya sangat-sangat tidak menyarankan minuman ini untuk anda-anda yang mempunyai sakit maag yang sedang kambuh, karena itu sama saja halnya dengan bunuh diri.

Keunikan BMC ini, anda dapat menemukan berbagai jenis makanan di sini, mulai dari Indonesian sampai European dengan harga yang masih terjangkau, tentunya. Belum lagi di BMC terdapat tempat khusus pastry & bakery, dan anda bisa membeli tart mini untuk ulang tahun teman anda, atau mungkin bahkan memesanya. Rasanya lumayan lho!

Dan satu lagi yang tak kalah heboh! BMC memproduksi air mineralnya sendiri dengan label BMC dengan harga Rp. 2.000,00 saja untuk botol ukuran kecil dan Rp. 3.500,00 untuk 100ml.

Range harga drinks: Rp. 4.000,00 – Rp. 15.000,00

(Harga sudah termasuk PPN 10%)

Beberapa menu yang juga di-recommended:

(1). Susu murni 4.0

(2). Yoghurt

(3). Banana Split 15.0

Namun akhirnya, pendapat perorangan yang relatif ini hanyalah tinggal pendapat ketika anda terjun ke lapangan dan mencobanya sendiri… Untuk itu, jangan ragu-ragu untuk datang!

Akhir kata, saya Willi Sebastian mohon undur diri dan...

SELAMAT MENIKMATI…!!!

^o^~~

March 29, 2008

Kamis, 10 April 2008

Shakes! comiczone










Buat kamu-kamu penggemar komik dan suka nongkrong tentunya, boleh coba tempat yang satu ini. Terletak di kawasan padat Tubagus Ismail, memang akan membuat anda kurang leluasa, tapi untuk beberapa orang yang masih memiliki prinsip sekali mendayung dua pulau terlampaui, tidak ada salahnya bagi kamu untuk mencoba duduk-duduk santai di Shakes! sambil baca komik atau mungkin novel rental dari Comic Zone.

Hmm… meski pelayanannya sangat lah lambat sekali, tapi di tempat ini kamu akan merasakan keramahan pelayanan yang akhir-akhir ini sudah jarang muncul di tempat-tempat seperti ini.

Dari sederetan menu yang dipesan, makanan yang benar-benar saya recommended disini adalah pasangan nasi goreng dan jasmine tea yang wuenak tenan kalau orang Jawa bilang. Dan lagi-lagi, two thumbs up dari saya.

Omelette keju yang pernah saya pesan sendiri rasanya lebih mendekati martabak telur yang hanya ber-ingredients potongan daun bawang dan parutan keju di atasnya. Hmm… tapi keluhan tidak bisa diajukan dengan mudah, karena… namanya juga omelette! Koki bisa memasukkan apa saja sebagai pelengkap bahan dasarnya, tergantung pertimbangan si koki itu sendiri. Dengan kata lain, memang suatu kesalahan bagi saya, memesan omelette tanpa daging. So, don’t ever try this! Percayalah pada apa yang memang sudah koki rancang pada suatu menu, jangan coba untuk mengubahnya!

Dan satu lagi, meskipun tidak berpelengkap, namun porsinya benar-benar cukup memuaskan untuk kamu yang hanya sekedar ingin mengisi perut.

Mario sandwich adalah dua slice roti bakar yang mengapit telur dadar, potongan tomat, timun, selada bokor dan saus. Rasa: standar burger, hanya saja… roti bulat khusus burger itu diganti dengan roti tawar yang dibakar. Uhm… lumayan lah!

Soup dan lemon tea, hadir dalam bentuk paket saat itu. Rasa: standar, tidak ada comment khusus untuk keduanya; kecuali, porsi soup yang kurang, huhu… jadi kurang mantap!

Range harga: Rp. 5.000,00 – Rp. 20.000,00

Tidak direkomendasikan:

(1). Hot chocolate

Disappointing! 100% ovaltine…

(2). Stawberry milkshake

Disappointing! 100% pop ice…






Namun akhirnya, pendapat perorangan yang relatif ini hanyalah tinggal pendapat ketika anda terjun ke lapangan dan mencobanya sendiri… Untuk itu, jangan ragu-ragu untuk datang!

Akhir kata, saya Willi Sebastian mohon undur diri dan...

SELAMAT MENCOBA…!!!

^o^~~


March 08, 2008

Selasa, 19 Februari 2008

'Ngopi Doeloe' yuuuuuu................

Hallo, coffee-lovers!!

Buat anda yang mengaku sebagai penggemar berat kopi, tentu anda tahu salah satu tempat hang out di Bandung yang menyediakan kopi sebagai menu andalan, tentunya.


Yupz!!

Apalagi ya kalau bukan ‘Ngopi Doeloe’.


Hmm… mengapa saya merekomendasikan tempat ini kepada anda-anda sekalian?


Tentu karena saya baru saja mendatangi tempat tersebut, tepatnya pada hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari 2008 dan mencoba sendiri beberapa menu yang dari namanya saja sudah menggoda selera kita.

Sebenarnya ‘Ngopi Doeloe’ sendiri terletak di tiga kawasan berbeda, yaitu di Jl. Banda No. 40, Jl. Purnawarman No. 24-26 (antara Gramedia dan Factory Outlet), dan Jl. Hassanudin No. 07. Namun, berbeda dengan ‘Ngopi Doeloe’ yang terletak di Jl. Hassanudin, ‘Ngopi Doeloe’ Banda dan Purnawarman memiliki ukuran tempat yang lebih kecil. Mungkin karena daerah tersebut merupakan kawasan padat, sehingga ‘Ngopi Doeloe’ di kedua lokasi ini benar-benar hanya dirancang untuk persinggahan melepas lelah anda untuk sejenak.

‘Ngopi Doeloe’ Hassanudin sendiri berada tepat di pinggir jalan, yang menyebabkan anda akan sedikit sulit menemukan tempat parkir kalau kawasan ini sedang ramai-ramainya. Tapi, kekecewaan itu akan segera terobati begitu anda memasuki tempat hang out yang satu ini.

Segera begitu anda melangkah, salah seorang waiter akan memandu anda untuk memilih tempat duduk indoor/outdoor yang anda inginkan, sesuai dengan jumlah pengunjung. Yang lebih menggiurkan adalah fasilitas Wi-Fi (terdapat di semua spot ‘Ngopi Doeloe’) dimana saya jamin anda akan betah duduk berjam-jam sambil menikmati secangkir kopi hangat di musim ini.

Cukup sudah mengenai tempat dan pelayanan, saatnya kita memasuki topik yang tidak kalah pentingnya, yaitu mengenai taste dari makanan itu sendiri…

Untuk anda yang baru kali pertama datang ke ‘Ngopi Doeloe’ pasti sama bingungnya dengan saya kala dihadapkan dengan sejumlah pilihan menu dengan nama yang unik tentunya. Maka disini saya juga akan share kepada anda sekalian mengenai hal yang satu ini.

Sebagai perkenalan, saya dan teman-teman benar-benar merekomendasikan agar anda mencoba salah satu menu dari class frozen coffee iglo. Dan secara, saya cappuccino-lovers, tanpa ragu saya langsung memesan frozen cappuccino, sementara teman saya yang lain memesan frozen moccaccino, dan frozen cookies & cream. Untuk makanannya sendiri kami memesan anti-pasto salsa dan the black man.

Hmm… sembari menunggu pesanan, mari kita bicarakan tentang range harga di ‘Ngopi Doeloe’. Untuk minumannya sendiri, anda hanya cukup mengeluarkan Rp. 7.500,00 hingga Rp. 19.500,00 belum termasuk pajak. Sementara untuk makanannya, anda harus merogoh kocek yang lumayan, yaitu antara Rp. 5.000,00 dari class snack/coffee break’s hingga sekitar Rp. 30.000,00-an dari class steak. Cukup lumayan bukan??

Tapi dari semua itu ada juga hal yang membuat saya sedikit terkejut begitu melihat tax yang tertera pada daftar menu, yakni sebesar 13.5%, 10% tax dan 3,5% at service. Tax yang cukup tinggi dibandingkan tempat lainnya.

Pesanan kami pun datang tak lama setelah kami memesan (10-15 menit).

Frozen Cappuccino, Frozen Moccaccino, dan Frozen Cookies & Cream two thumbs up!

Tidak ada perbedaan yang mencolok dari segi rasa, ketiganya hampir sama. Hanya saja… jika diurutkan dari yang termanis, frozen moccaccino menduduki peringkat pertama disusul oleh frozen cookies & cream dan kemudiam frozen cappuccino. Meskipun demikian, dari segi penampilan sendiri, frozen cookies & cream mengungguli ketiganya. Dan untuk kali ini, ‘ngopi doeloe’ sugestion memang tidak mengecewakan.

Untuk dapat memesan 1 cup ukuran large frozen coffee igloo sendiri, anda hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp. 14.000,00 – Rp. 19.500,00. Dan pada akhirnya taste dari minuman itu sendiri tergantung dari orang yang meminumnya. Karena uniknya dari segelas minuman yang anda pesan, saya menemukan bahwa lambat laun anda akan tahu rasa favorite lidah anda dan kebiasaan rekan anda tentunya. Apa yang anda pesan mencerminkan diri anda.

Hmm... kali ini, saya rasa cukup lama untuk menanti, namun akhirnya makanan yang kami pesan pun disajikan (15-30 menit). OK! Anti-pasto salsa adalah salah satu referensi kami dari class Pizza. Pizza ‘home-made’ berukuran sedang yang dibagi menjadi 6 slice ini disajikan hanya dengan harga Rp. 19.500,00. Toping-nya sendiri terdiri dari beef pepperoni, smoked chicken, smoked beef, beef sausage, corn dengan saus tomat, dan parutan keju di atasnya. Parutan keju yang melting di bagian atas roti renyah ini memang membuat nilai dari packaging-nya sendiri menjadi sedikit minus. Tapi rasa cukup mengugah selera, terutama untuk anda yang memang ‘home made’-lovers. Dan lagi-lagi, salut untuk ‘ngopi doeloe’ sugestion.

Lain halnya dengan the Black Man dari class makan doeloe. Packaging terlihat cukup menarik untuk kami yang memang lebih mementingkan rasa di atas segalanya. Yang mungkin kami komentari dari awal adalah porsi makan yang ternyata agak menyimpang dari bayangan. Untuk harga yang lumayan, yaitu Rp. 17.500,00 per porsi, sedikit mengecewakan bagi kami melihat porsi the Black Man yang memiliki bahan dasar daging sapi ini. Selain itu, penyajian nasi juga berdampak pada penambahan nilai kami, yang pada awalnya berpikir bahwa the Black Man ini adalah makanan sejenis steak.

Tapi, ada negatif, tentu ada positif-nya juga, bukan?? Daging sapi olahan ini memiliki tingkat kealotan yang pas. Bagi anda yang sudah berumur pun, saya rasa makanan yang satu ini masih bias untuk dijadikan referensi. Dan yang pasti, pada akhirnya anda akan menyadari pentingnya kehadiran nasi pada menu yang satu ini, karena rasa daging berlumur saus pada the Black Man yang terlalu spicy ini akan ternetralisir.



Beberapa menu yang juga di-recommended:

(1). Bockwurst Salsa (Pizza Doeloe) 19.5

(2). Asem-asem Iga (Makan Doeloe) 18.5

(harga Belum termasuk PPN)






Namun akhirnya, pendapat perorangan yang relatif ini hanyalah tinggal pendapat ketika anda terjun ke lapangan dan mencobanya sendiri… Untuk itu, jangan ragu-ragu untuk datang!

SELAMAT MENCOBA…!!!

^o^~~

February 28, 2008